Bripka IS, Pacaran hingga Hamili Istri Napi, Hanya Dihukum 21 Hari Penjara



Bripka IS alias Ismail (39), anggota Polres Lahat, telah menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan dinyatakan terbukti melanggar disiplin tidak menjaga kehormatan sebagai anggota polisi. Dalam persidangan terungkap Bripka IS menjalin hubungan asmara dengan istri seorang narapidana (napi) Lapas Tanjung Batu, Ogan Ilir.
(Paragraf pertama berita ini dimutakhirkan Rabu (15/12/2021) pukul 18.00 WIB. Polda Sumsel menegaskan hukuman untuk Bripka IS disebabkan pelanggaran disiplin tidak menjaga kehormatan sebagai anggota polisi)

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi menjelaskan vonis 21 hari di tahanan dijatuhkan hakim kepada Bripka IS karena terlapor tidak menjaga etika atau norma di kepolisian. Bripka IS disebut telah beristri, namun menjalin hubungan dengan perempuan lain. Penahanan Bripka IS merupakan sanksi disiplin.

“Dari keputusan sidang yang digelar Bid Propam tadi, Bripka Ismail ditempatkan di ruang khusus (ditahan) selama 21 hari ke depan,” tegas Kombes Supriadi, Senin (13/12/2021).

Selain ditahan 21 hari ke depan, sanksi lain yang diterima Bripka Ismail adalah penundaan kenaikan pangkat selama 1 periode atau hingga Juni 2022. “Penundaan mengikuti pendidikan selama 1 periode dengan masa pengawasan terhitung mulai tanggal 13 Desember 2021 hingga 13 Juni 2022,” ungkap Supriadi.

Vonis itu, kata dia, disebabkan semua tuduhan yang disampaikan terlapor FP berbeda dengan fakta yang sebenarnya. Semula Bripka IS disebut melakukan pelecehan seksual dengan mengancam akan memindahkan FP ke Lapas Nusakambangan jika IN tak mau menuruti keinginannya.

“Tidak ada pemerkosaan itu. Mereka (Bripka Ismail dan istri narapidana inisial IN) itu pacaran. Jadi mereka suka sama suka,” ucap Supriadi.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Toni Hermanto menuturkan kemungkinan pemecatan terhadap Bripka IS jika terbukti memerkosa IN. Namun Toni sudah menegaskan fakta yang terungkap tak sesuai dengan tudingan pelapor.

“Saya baru memastikan lagi dengan Kapolres, informasinya ada dugaan selingkuh (antara Bripka IS dan istri narapidana berinisial IN),” kata Toni ketika dimintai konfirmasi wartawan di Polda Sumsel, hari ini.
Toni mengatakan telah mendapat penjelasan soal kasus ini. Dia menegaskan personel yang bermasalah bakal diberi sanksi tegas.

“Ceritanya nggak begitu ya. Saya sudah mendapat penjelasan, kejadiannya tidak seperti itu. Tidak menutup kemungkinan, karena mungkin semua sudah tahu, sudah puluhan anggota yang bermasalah yang kita PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” sambungnya.

Baca artikel detiknews, “Bripka IS Hamili Istri Napi Divonis 21 Hari Bui-Penundaan Naik Pangkat” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5853490/bripka-is-hamili-istri-napi-divonis-21-hari-bui-penundaan-naik-pangkat.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Related posts