Beritatipz – Liga Premier dikenal dengan kompetisi sepak bola yang menekankan kekuatan fisik. Karena itu, tidak semua pemain bertalenta besar bisa sukses di sana.

Suatu tuntutan yang tidak dapat dihindari di mana jika pemain yang ikut serta di dalamnya wajib kokoh secara raga buat adu raga dengan kubu lawan. Urusan metode jadi no 2. Ini alibi kenapa banyak pemain berbakat yang tiba dari liga lain kerap kesusahan buat tumbuh di kompetisi satu ini.

Contoh teranyar Tanguy Ndombele. Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, berulangkali berpendapat.” Soal bakat, aku tidak meragukan keahlian Tanguy. Cuma saja dia butuh membetulkan keadaan fisiknya buat dapat menyesuaikan diri dengan game di Inggris,” kata The Special One.

Pendekatan bola panjang, aspek klasik dari game Inggris, pula lumayan umum tersaji di Liga Premier, yang menarangkan keberadaan pemain besar di pertahanan buat melawan bola hawa.

Tetapi, watak kompetisi yang serba kilat berarti kalau para pemain, paling utama di sisi sayap, wajib lumayan kilat buat bisa berlari di balik pertahanan lawan serta membagikan umpan silang kepada rekan- rekan di zona sepertiga ofensif.

Buat mengisi posisi yang satu ini umumnya diseleksi pemain- pemain yang badannya mungil, yang dikira mempunyai pusat gravitasi rendah yang berikan mereka lebih banyak stabilitas serta penyeimbang yang lebih baik daripada lawan yang secara raga lebih besar.

Siapa saja pemain berpostur pendek dan mungil yang cukup sukses menaklukkan Liga Premier?

N’Golo Kante (Chelsea) 168 cm
N’Golo Kante adalah pemain tak dikenal ketika dia tiba di Leicester City pada musim panas 2015. Namun, setelah memainkan peran kunci dalam dongeng menjadi juara The Foxes di Liga Premier musim itu, popularitas sang gelandang bertahan meroket tajam

Semusim berselang ia direkrut Chelsea pada 2016. Pemain Prancis bertubuh mungil itu juga tampil mengesankan untuk The Blues di musim debutnya di London saat ia bergabung dengan sekelompok pemain terpilih untuk memenangkan gelar Liga Inggris berturut-turut dengan dua klub berbeda.

Kante, yang juga memenangkan Piala FA dan Liga Europa bersama Chelsea, telah tampil dalam 130 pertandingan Liga Premier untuk klub tersebut. Ia mencetak sembilan gol dan memberikan enam assist. Sang pemain dikenal dengan kehebatannya menghentikan permainan menyerang lawan dengan intersepsi dan tekelnya yang tepat waktu, walau posturnya terhitung kecil.

Lucas Torreira (Arsenal) 166 cm
Setelah tampil mengesankan selama dua musim di klub Serie A Sampdoria, Lucas Torreira dicaplok Arsenal pada 2018 dan mewarisi nomor punggung 11 Mesut Ozil yang kemudian menggunakan nomor punggung 10.

Dalam dua musim di klub London, Torreira telah membuat lebih dari 60 penampilan Liga Inggris, mencetak tiga gol dan memberikan assist sebanyak mungkin.

Torreira terkenal karena disiplin taktisnya, permainan umpan pendek, dan kegemarannya melakukan tekel. Terkadang perawakannya yang pendek menyulitkannya saat berduel bola udara di sektor tengah.

Ryan Fraser (Newcastle United) – 163 cm
Ryan Fraser melakukan debutnya bersama Aberdeen di Liga Skotlandia pada 2010 sebelum melakukan debut di Liga Premier bersama Bournemouth tiga tahun kemudian.

Pemain sayap mungil, yang saat ini menjadi pemain aktif terpendek di Liga Inggris. Ia tampil mengesankan selama empat tahun bersama The Cherries, mencetak 16 gol dan 29 assist, dengan 14 di antaranya datang di musim 2018-2019 saja.

Namun, dengan Bournemouth menderita degradasi pada musim berikutnya, pemain tersebut menerima banyak kritik karena menolak tampil untuk klub di Liga Premier dimulai kembali setelah wabah COVID-19.

Fraser sejak itu pindah ke Newcastle United untuk siapa pemain berusia 26 tahun itu melakukan debutnya di Liga Inggris dalam kekalahan kandang 0-3 dari Brighton.

Nampalys Mendy (Leicester City) 167 cm
Nampalys Mendy tiba di Leicester City pada musim panas 2016 setelah menghabiskan enam musim di Ligue 1 bersama Monaco dan Nice.
Setelah dilaporkan menolak tawaran dari raksasa Inggris Manchester United dan Arsenal, Mendy memilih untuk bergabung dengan klub juara kejutan Leicester City.Gelandang bertahan ini terkenal karena ketangguhannya, kecerdasan taktisnya, dan kehebatannya dalam mendistribusikan bola, sesuatu yang dia tunjukkan selama di Nice.

Namun, Mendy kesulitan untuk menjadi pemain permanen di tim utama Brendan Rodger. Ia hanya terlibat dalam 45 pertandingan Liga Inggris dalam empat musim di klubnya.

Baca Juga : Tipz mudah menghitung Mixparlay